Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Pembangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Pembangunan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 07 September 2013

7 PRINSIP DALAM MEMBANGUN KOMUNITAS YANG PENUH DENGAN KEBERAGAMAN (TUBBS, 2000:261)

1.    Milikilah komitmen. Kita harus punya komitmen kepada prinsip memajukan komunitas dalam kehidupan kita, juga kepada individu-individu yang bersama kita mencoba memajukan komunitas.

2.    Berhati-hatilah. Pikiran apa yang kita lakukan dan katakan. Fokuskan kepada proses bukan hasilnya.

3.    Terimalah tanpa syarat. Terimalah orang lain sebagaimana adanya; jangan coba mengubah atau mengendalikan mereka…., hargailah keanekaragaman dan jangan menilai orang lain hanya berdasarkan keanekaragama mereka.

4.    Pedulikan diri kita sendiri dan orang lain. Hindari komunikasi yang menimbulkan pertentangan dan adakan dialog bila mungkin. Bermusyawarahlah dengan orang lain mengenai isu-isu yang mempengaruhi mereka dan terbukalah terhadap gagasan-gagasan mereka.

5.    Bersikaplah penuh perhatian. Kenalilah bagaimana budaya dan etnisitas mempengaruhi cara kita berpikir dan berperilaku. Carilah persamaan…, seimbangkan emosi, kecemasan, dan kekhawatiran dengan akal.

6.    Berskaplah etis. Perbuatlah perilaku yang bukan merupakan alat untuk mecapai tujuan tetapi perilaku yang secara moral benar dalam dan dengan perilaku itu sendiri.

7.    Bersikaplah damai. Jangan melakukan kekerasan dan menipu, jangan melanggar janji yang sah, atau suka berahasia. Berusahalah memelihara harmoni.

Read more ...

KIAT MENGATASI KESULITAN DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA

1.    Bersikaplah terbuka untuk menerima perbedaan budaya. Sikap ini diiringi oleh sikap menerima dan menghormati budaya orang lain sebagaimana adanya budaya tersebut.


2.    Mau berusaha mempelajari budaya lain yang berbeda. Dengan cara demikian kita telah melatih untuk menjadi manusia antarbudaya.

3.    Hindari dominasi anda dalam percakapan dengan orang lain. Sikap egois (ingin menang sendiri) tidak akan membawa kepada situasi mutual understanding (sikap saling memahami).

4.    Janganlah sekali-kali mengangap budaya kita yang paling tinggi, sementara budaya orang lain rendah (kampungan).

5.    Kontrol emosi ketika berbicara dengan orang yang berbeda budaya. Berlakulah jujur, sopan, dan selalu memancarkan sikap responsif.

6.    Pahamilah budaya sendiri sebagai jembatan untuk memahami budaya orang lain
Read more ...
Jumat, 06 September 2013

PRINSIP-PRINSIP INTERAKSI ANTARPRIBADI YANG EFEKTIF

1.    Bersikaplah terbuka terhadap perbedaan, terutama dalam perbedaan nilai, kepercayaan, sikap, dan perilaku. Jika kita memang berbeda tidak ada keharusan kita mengikuti orang lain atau sebaliknya, yang jauh lebih penting menumbuhkan pemahaman bahwa memang kita berbeda.

2.    Empati
    Kemampuan menempatkan diri kita pada diri orang lain yang memiliki budaya berbeda. Empati ini bisa diartikulasikan melalui ekspresi wajah, gerak-gerik yang penuh minat dan perhatian, serta tanggapan yang mencerminkan pengertian dan kesependapatan.

3.    Sikap mendukung
    Dukungan yang berwujud sikap dan perhatian (attention) sangat diperlukan dalam komunikasi. Dukungan tersebut tercermin dalam “deskriptif bukan evaluatif”, “spontan jangan strategis”, “provisional jangan memastikan”.

4.    Sikap positif
    Komunikasikan  sikap positif. Hal ini sangat penting dalam situasi antarbudaya karena begitu banyak hal yang tidak dikenal atau diketahui. Sebagai akibatnya, anda tidak mampu memperkirakan apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain. Karenanya, buatlah lawan bicara merasa nyaman dengan mengkomunikasikan sikap yang positif.

5.    Kesetaraan
    Sikap merasa ”lebih” dari orang lain sudah menjadi watak dasar manusia. Misalnya, orang terpelajar suka merasa lebih pintar dari orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi. Orang kaya dalam banyak hal merasa lebih tinggi ”derajatnya” dari orang miskin. Orang Barat (misalnya, Amerika) merasa lebih unggul dari orang negara-negara terbelakang, dan lain-lain. Hilangkan perasaan dan reputasi tersebut, tanamkan bahwa kita berkomunikasi dengan orang yang setara.

6.    Percaya diri
    Satu keterampilan penting dalam komunikasi antarbudaya adalah mentoleransi ambiguitas (tetap percaya diri dan tenang dalam setiap situasi yang belum pernah anda alami). Tentu saja, hindari sikap sombong. Sikap sombong dan angkuh ketika kita berkomunikasi akan membuat lawan bicara kita menutup diri, bahkan menghindar.

7.    Kedekatan (immediacy)
    Kedekatan menyatukan dan membantu mengatasi perbedaan. Dalam komunikasi antarbudaya kualitas ini menjadi sangat penting karena besarnya perbedaan antara anda dengan lawan bicara. Komunikasikanlah  rasa kebersamaan untuk mengatasi adanya perbedaan antarbudaya.

8.    Manajemen interaksi
    Manajemen interaksi terkait dengan bersikap sensitif terhadap perbedaan dalam cara mengambil-alih pembicaraan. Banyak orang dari budaya tertentu, misalnya, orang Amerika, terutama yang berasal dari kota-kota besar, mempunyai kebiasaan memotong pmbicaraan orang lain. Dalam beberapa kultur, memotong pembicaraan adalah perilaku tidak sopan. Tetapi, bagi kultur lain perilaku demikian menjadi tidak masalah, bahkan menyenangkan.



Read more ...

Hambatan komunikasi


1.    Sumber-sumber hambatan yang bersifat emosional dan spesial atau kultural. Misalnya, karena kita tidak suka kepada seseorang maka seluruh ucapan yang keluar dari orang tersebut dianggap negatif.

2.    Sering kita mendengarkan dengan maksud sadar maupun tidak sadar untuk memberikan penilaian dan menghakimi si pembicara. Akibatnya, ia menjadi bersikap defensif, menutup diri dan berhati-hati dalam berkata-kata.

3.    Sering kita gagal menangkap maksud konotatif dibalik ucapannya, meskipun kita mengetahui arti denotative yang digunakan oleh pembicara.

4.    Kesalahpahaman atau distorsi dalam komunikasi sering terjadi karena kita tidak saling mempercayai (Supratiknya, 1999:34).

Read more ...

komunikasi dan akulturasi

1.    Akulturasi diartikan sebagai pengambilan atau penerimaan satu atau beberapa unsur kebudayaan yang berasal dari pertemuan dua atau beberapa kebudayaan yang saling berhubungan atau saling bertemu.

2.    DeVito (1997:479), akulturasi mengacu pada proses di mana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain.

3.    Akulturasi merupakan proses alamiah. Akultuasi adalah perwujdan kehidupan manusia yang hidup bersama dan saling melakukan proses pembelajaran. Aspek terpenting dari belajar adalah komunikasi.

4.    Proses serta kegiatan komunikasi berfungsi sebagai alat untuk menafsirkan lingkungan fisik dan sosial. Melalui proses komunikasi kita menyesuaikan diri dan berhubungan dengan lingkungan kita, dan kita merasa menjadi bagian dari kelompok masyarakat tetentu.

Read more ...
Kamis, 14 Februari 2013

Komunikasi Pembangunan di Kabupaten Bandung


VISI  KABUPATEN BANDUNG  2009-2014
"Terwujudnya Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing, melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Pemantapan Pembangunan Perdesaan, Berlandaskan Religius, Kultural dan Berwawasan Lingkungan"

            Visi tersebut memuat beberapa tujuan pembangunan penting, diantaranya adalah pembangunan, karakter dan SDM, dan ekonomi masyarakat pedesaan.  Pembangunan karakter dan SDM bisa direfleksikan dalam peningkatan kesadaran akan lingkungan alam dan kebudayaan yang religius bagi masyarakatnya. Serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik agar melancarkan pembangunan pedesaan. sedangkan peningkatan ekonomi bisa direfleksikan dengan peningkatan daya saing ekonomi dan menciptakan kemandirian.
            Namun pada realisasinya visi tersebut nyatanya kurang mendapat respon yang baik dari masyarakat, hal ini dikarenakan beberapa fakta yang mengejutkan terjadi di kabupaten bandung seperti kasus korupsi yang menyangkut mobil dinas pemkab bandung. Hal ini berbanding terbalik dengan visi pemkab yang didalamnya memuat tata kelola pemerintah yang baik. Selain itu pemerintah dirasa kurang aktif dalam mewujudkan kepedulian lingkungan dan pembangunan pedesaan. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya aksi perusakan lahan perhutanan untuk di jadikan resort dan tempat wisata lainnya di daerah ciwidey, serta masih banyak lagi desa-desa tertinggal di wilayah ibun, majalaya dan sekitarnya.

Read more ...